MEDAN BUNG

Pergaulan Bebas, Sisi Kesehatan dan Moral

Posted on: Desember 16, 2008

Permasalahan remaja yakni pergaulan bebas, kini makin sering diperbincangkan tak hanya kalangan masyarakat dan media namun juga oleh remaja itu sendiri. Berangkat dari hal inilah, Dharma Wanita Persatuan ITS pada kamis (19/4) pagi, menggelar seminar bertajuk Resiko Pergaulan bebas bagi Remaja Putri dari Sisi Kesehatan dan Etika Moral.

Gedung Pasca Sarjana, ITS Online – Aborsi dan sex bebas sering menjadi sorotan terhadap perilaku remaja masa kini. Masyarakat dan media pun turut gencar membicarakan dan mencapnya sebagai kenakalan remaja. Ingin mengkaji apa dan bagaimana sebenarnya yang harus dilakukan remaja ini, bidang pendidikan Dharma Wanita Persatuan ITS mengadakan seminar dengan mendatangkan pakar dari bidang kesehatan, Dr dr Andriansyah Arifin MPh, dan moral remaja, Faizah Majid Spd.

Menurut Andriansyah, pacaran itu ibarat membaca buku yang memiliki tahapan-tahapan. Kalau buku dibagi dalam beberapa jilid, ungkapnya, pacaran pun demikian. “Misalnya saja jilid satu cuma gandengan tangan, jilid dua berpelukan dan sebagainya sampai level yang paling berat yaitu yang dikatakan sex bebas,” katanya.

Ia pun menambahkan bahwa ada jilid-jilid yang tak boleh dibuka. “Jangan sampai kalau pacaran kalian membuka jilid dua yaitu berpelukan apa lagi jilid-jilid berikutnya karena dileher seorang wanita ada sekumpulan syaraf yang sangat peka,” ujarnya mengingatkan. Dengan kata lain jika jilid dua mulai dilakukan maka berpotensi tinggi jilid-jilid berikutnya akan dibuka pula meskipun belum waktunya.

Kemudian apa bahayanya jika hal itu diteruskan? Menurut Andriansyah, hal selanjutnya yang sering terjadi adalah KTD (Kehamilan yang Tidak Diinginkan) dan selanjutnya adalah aborsi dan terjadinya berbagai macam penyakit kelamin. Untuk lebih menggugah pandangan para peserta yang kebanyakan adalah siswi SMA, Andriansyah menayangkan sebuah video dokumenter tentang bagaimana Aborsi bisa terjadi dan beberapa penyakit imbas dari sex bebas.

Dari kaca mata moral, Faizah Majid Spd menyatakan bahwa sebaiknya sebisa mungkin menghindari sejak dini akar dari permasalahan tersebut yaitu pacaran. Menurut hukum agama pun, paparnya, hal tersebut tidak dibenarkan karena mendekati zina.

Menurutnya pula jika seseorang berpacaran dan sudah mulai berani kissing, maka secara naluri pasti ingin hal-hal yang lebih. “Pada intinya dalam masalah ini jika sekali kita mencoba pasti kita ingin tambah lagi dan lagi.” kata Faizah.

Para peserta yang kebanyakan dari siswa SMA ini terlihat sangat antusias dalam mengikuti seminat. Terlihat saat mulai dibuka sesi pertanyaan, banyak dari mereka yang mengacungkan jari. Salah satunya adalah Nia dari SMA Yudiswara yang menanyakan pihak mana yang lebih dirugikan dari hubungan free sex tersebut? Andriansyah pun langsung menjawab, ”Wanita paling dirugikan karena wanita lebih rentan kena penyakit dan sembuhnya lebih lama”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: