MEDAN BUNG

Microsoft & Google dua peyedia jasa yg handal

Posted on: Januari 7, 2009

Teknologi web sepanjang tahun lalu tetap menjadi bagian penting dalam dunia teknologi informasi. Keinginan untuk mendapatkan kue yang lebih besar dalam bisnis web telah mendorong Microsoft untuk mengajukan tawaran pembelian raksasa web Yahoo! pada Februari 2008.

Sementara itu, perang browser makin seru dengan terjunnya Google, yang sebelumnya lebih memusatkan perhatian sebagai penyedia jasa dan layanan web. Pembuat browser yang sudah mapan seperti Microsoft, Mozilla, Apple dan Opera menemukan pesaing yang layak diperhitungkan.

Adobe dan Microsoft terus mencoba menawarkan alternatif teknologi buat mengembangkan aplikasi Internet kaya (rich internet applications), pihak-pihak seperti Google dan Mozilla memilih menyempurnakan Javascript buat keperluan ini. Sun yang selama ini menjadi promotor Java memperkenalkan JavaFX untuk mengembangkan aplikasi Internet berbasis Java.

Microsoft & Yahoo!

Rencana akuisisi Yahoo! oleh Microsoft merupakan berita besar dunia bisnis teknologi informasi pada 2008. Pada 2007 sebenarnya Microsoft telah mengajukan usulan pembelian tersebut secara tertutup, tetapi ditolak oleh dewan direktur Yahoo! Pada 2008 barulah niat Microsoft tersebut diumumkan secara publik oleh Chief Executive Officer (CEO) Microsoft, Steve Ballmer. Saham Yahoo! dihargai oleh Microsoft setinggi US$ 31 per lembar.

Dalam surat yang ditujukan kepada dewan direktur Yahoo! Steve Ballmer menyebutkan bahwa kombinasi kedua raksasa ini akan dapat menawarkan nilai guna maksimum untuk para pemegang saham dan pengguna web. Ballmer juga menyebutkan bahwa penggabungan Yahoo ke dalam Microsoft merupakan satu-satunya cara untuk menghadapi Google, yang meskipun namanya tidak disebut, adalah ‘satu pemain yang saat ini mengonsolidasikan dominasinya’.

Tawaran ini disambut dingin oleh CEO Yahoo saat itu, Jerry Yang, yang juga adalah salah satu pendiri Yahoo! Meskipun pada awalnya dia berkata akan mempelajari proposal Microsoft tersebut, dewan direktur Yahoo! yang dipimpinnya kemudian menolak pinangan Microsoft dengan alasan harga terlalu rendah.

Yang tetap bertahan meskipun kemudian Microsoft menaikkan tawaran menjadi US$ 33. Harga minimum yang diinginkan Yahoo! adalah US$ 37 per saham, yang dianggap Microsoft terlalu tinggi. Sementara itu, Yahoo mencoba mengatasi masalah yang mereka hadapi dengan menjalin kerja sama periklanan dengan Google

Pada 3 Mei 2008, Microsoft menghentikan usaha mereka untuk membeli Yahoo. Sementara itu, meskipun sudah disepakati kerja sama Yahoo dan Google mendapat halangan dari Departemen Kehakiman AS, dan pada akhirnya bulan November lalu Google menarik diri dari rencana kerja sama tersebut. Jerry Yang mengumumkan rencananya mengundurkan diri sebagai CEO pada bulan yang sama.

Perang browser

Sebagai antarmuka utama kepada jaringan web aplikasi browser mau tidak mau harus diperhitungkan oleh siapa pun yang berkecimpung dalam teknologi web. Sepanjang tahun lalu, perkembangan teknologi web browser ditandai dengan ikut sertanya Google mengembangkan browser. Raksasa mesin pencari ini meluncurkan versi beta Google Chrome pada Agustus, dan menanggalkan cap beta tersebut pada Desember 2008.

Pemain lama seperti Mozilla, Apple dan Opera tentu saja tidak tinggal diam. Sebelumnya Mozilla Corporation sebelumnya telah meluncurkan Firefox 3.0 pada Juni 2008. Opera meluncurkan Opera 9.5 pada bulan Juni, dan memperbaruinya dengan Opera 9.6 pada Oktober 2008.

Namun, yang lebih menarik sebenarnya dari perang browser ini adalah usaha para pembuat browser untuk mendongkrak kinerja kode Javascript. Bahasa pemrograman Javascript memungkinkan munculnya aplikasi berbasis web yang saat ini sudah tidak terpisahkan lagi dari perancangan sebuah situs web. Eksekusi kode Javascript yang semakin laju membuat para pengembang web dapat menciptakan aplikasi yang semakin canggih dan rumit.

Untuk menangani eksekusi kode Javascript ini Apple mengembangkan interpreter yang disebut sebagai Squirrelfish yang merupakan bagian dari teknologi WebKit. Meskipun mengadopsi WebKit, Google memilih menggunakan interpreter sendiri yang bernama V8. Mozilla mengunggulkan interpreter yang diberi nama Spidermonkey.

Pada saat ini baru V8 yang tersedia pada versi stabil produk browser. Teknologi dari Mozilla dan Apple agaknya baru akan dapat kita nikmati tahun ini, bila versi stabil yang menggunakannya sudah dirilis.

Aplikasi web

Javascript bukanlah satu-satunya teknologi yang dapat digunakan untuk aplikasi web. Salah satu alternatif populer adalah Flash, yang ditawarkan oleh Adobe Inc. Flash memungkinkan pengembang menambahkan fitur seperti animasi, video dan grafik vektor pada situs web. Untuk mendorong lebih banyak lagi adopsi Flash pada April Adobe mengumumkan inisiatif yang diberi nama Open Screen Project.

Dengan inisiatif ini Adobe membebaskan lisensi terhadap berbagai teknologi yang terkait dengan teknologi Flash. Pihak ketiga dapat membuat pemutar Flash mereka sendiri, dan integrasi pemutar flash pada peranti tidak akan dipungut bayaran. Selain itu protokol Flash sendiri juga akan dibuka, sehingga setiap orang bebas mengembangkan sistem penghantaran konten mereka sendiri, tanpa harus menggunakan peranti lunak dari Adobe.

Meskipun spesifikasi Flash baru saja dibuka, teknologi tersebut sudah cukup populer di kalangan pengembang dan pemakai web. Lain halnya dengan alternatif yang disodorkan Microsoft, Silverlight. Teknologi ini masih relatif baru: Silverlight baru diluncurkan pada 2007. Kelebihan Silverlight terutama karena para pengembang bisa memanfaatkan berbagai macam bahasa pemrograman dan peralatan pengembangan buat platform .NET, yang tersedia secara luas di Windows.

Pada saat ini Silverlight baru tersedia buat Microsoft Windows dan Mac OS X Intel. Implementasi untuk Linux dikerjakan oleh Novell, yang diberi nama Moonlight, dan baru tersedia sebagai versi beta.

Ketersediaan Silverlight untuk peranti genggam masih sangat terbatas dibandingkan Flash, yang tersedia mulai dari peranti Symbian, Sony PlayStation sampai Nokia Internet Tablet. Namun, Microsoft telah sepakat dengan Nokia untuk menyertakan teknologi Silverlight dalam peranti mereka.

Baik Flash maupun Silverlight sebenarnya mencoba mengambil posisi yang pernah diduduki oleh Java pada masa jaringan web masih bayi. Pada saat itu Java merupakan pilihan utama buat pengembang buat menghidupkan situs web mereka. Namun pada saat ini Java sudah jauh kalah populer dibandingkan Flash. Java sekarang lebih banyak digunakan pada server web, tidak lagi pada klien seperti pada dasawarsa 1990-an.

Meskipun begitu, Sun agaknya tidak begitu saja mau menyerahkan posisinya di klien kepada Adobe ataupun Microsoft. Pada 4 Desember 2008 Sun merilis produk yang disebut sebagai JavaFX untuk keperluan ini. Masih harus kita lihat lagi tek-nologi mana yang akan muncul sebagai juara tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: